Skip to Content

Indonesia Gadget

Informasi & Review Gadget Indonesia

Beli MacBook Air, MacBook Pro, Atau MacBook Retina?

Beli MacBook Air, MacBook Pro, Atau MacBook Retina?

Be First!
by November 28, 2017 IndoGatget, Laptop & Notebook

Mungkin beberapa calon pembeli Mac acapkali bingung ketika hendak memilih MacBook. Apakah memilih MacBook klasik, MacBook Air, atau MacBook Pro. Walaupun MacBook klasik sudah dihentikan, tetap saja banyak yang masih bimbang memilih antara MacBook Air dan MacBook Pro. Apalagi saat ini ditambah lagi dengan pilihan MacBook Pro dengan Retina.

Untuk yang butuh ukuran yang kecil dan ringan, tentunya MacBook Air 11“ akan jadi satu-satunya pilihan. Begitu juga dengan yang membutuhkan ukuran besar: 15” dan 17″; tentunya akan langsung menuju ke MacBook Pro. Jika tidak membutuhkan SuperDrive dan anggaran memadai, MacBook Pro dengan Retina. Nah, bagaimana dengan pilihan yang di tengah-tengah, yakni 13 inci? Mari kita telaah satu per satu.

MacBook Air

Macbook Air

Dengan harga yang sama dengan MacBook Pro 13“, 1.199 USD (atau 1.499 USD), tak ayal seringkali menjadi pilihan yang membuat galau. Namun tentunya kalau kamu melirik MacBook Air 13”, pasti karena ukuran 11″ terlalu kecil untuk kamu. Untuk penggunaan komputasi sehari-hari, MacBook Air menjadi pilihan yang cocok. Hanya saja yang perlu diperhatikan adalah kapasitas penyimpanannya yang relatif terbatas (128GB/256GB). Walaupun bisa saja ditingkatkan di kemudian hari, namun harga SSD yang masih relatif mahal perlu dipertimbangkan. Selain itu, kapasitas RAM juga terbatas dalam hal fleksibilitas, tidak bisa ditambah. Tapi ya umumnya 4GB cukup untuk kebutuhan sehari-hari.

Ketiadaan SuperDrive untuk saat ini tidak lagi menjadi masalah. Penggunaan kepingan optik hampir jarang ditemui lagi. Namun, kalau memang kamu cukup intens menggunakan kepingan optik, pertimbangkan untuk membeli SuperDrive eksternal. Atau, kalau tidak mau repot membawa SuperDrive eksternal, pilih MacBook Pro.

Begitu juga dengan port Ethernet, absen di produk ini. Koneksi akan mengandalkan Wi-Fi. Kalau ternyata akan banyak menggunakan jaringan LAN dengan kabel, perlu mempertimbangkan antara memasang access point atau menggunakan adapter USB-Ethernet. Resolusi layarnya sedikit lebih tinggi dibandingkan MacBook Pro, 1440×900 piksel.

Satu hal lagi. Kalau berminat untuk mengunakan MacBook Air untuk presentasi, perlu diketahui bahwa MacBook Air tidak bisa digunakan dengan remote infra-merah Apple. Jadi harus menggunakan solusi remote pihak ketiga, atau menggunakan iPhone atau iPad via wifi.

MacBook Pro

Beli MacBook Air, MacBook Pro, Atau MacBook Retina?

Traditionalist yang masih membutuhkan SuperDrive, port Firewire, dan port Ethernet akan memilih MacBook Pro. Prosesor yang lebih gegas tentunya cocok untuk penggunaan kelas berat oleh power user dan kaum profesional. Plus, kapasitas RAM yang bisa ditingkatkan hingga 16GB. Dan tak lupa harddisk yang lebih lega (500GB/750GB). Tapi walaupun sama-sama 13 inci, resolusi layarnya lebih rendah jika dibandingkan MacBook Air, yakni hanya 1280×800 piksel.

Sebagai bayarannya, kamu akan dibebani dengan tambahan 710 gram. Kalau berat tidak menjadi masalah, MacBook Pro cocok buat kamu. Apalagi kalau kamu masih hobi nonton DVD, dengan tambahan remote infra-merah akan lebih nyaman untuk nonton.

MacBook Pro Retina

Masalah pertama yang dihadapi adalah anggaran belanja, mengingat harganya dimulai dari 1.699 USD. Tapi kalau anggaran tidak menjadi masalah, satu-satunya masalah adalah untuk pengguna tradisional: tak ada SuperDrive. Selain itu yang menjadi ganjalan adalah RAM yang tidak bisa ditambah. Namun dengan 8GB, seharusnya sudah cukup.

Seperti halnya MacBook Air, SuperDrive, port Firewire, port Ethernet, dan dukungan remote infra-merah juga absen di produk ini. Dan sedikit lebih berat dari MacBook Air, 1.6kg. Tapi jangan lupakan indah dan cemerlangnya layar retina dengan resolusi 2560 x 1600 piksel yang pastinya akan memanjakan mata.

Soal kapasitas penyimpanan juga tak begitu lapang. Namun kalau anggaran bukan menjadi masalah, kamu bisa saja mengganti SSD dengan yang berkapasitas lega. Pun, kalau masih bergantung dengan koneksi Firewire (dan belum bisa digantikan dengan Thunderbolt), ada adapter yang bisa menjembatani perangkat Firewire kamu dengan port Thunderbolt.

Jadi, pada dasarnya MacBook Pro Retina mirip dengan MacBook Air, hanya saja dengan performa yang jauh lebih cepat layaknya MacBook Pro.

Sebagai bonus, ada tambahan port HDMI, jadi tak perlu repot lagi menggunakan adapter kalau mau menyambungkan ke televisi atau monitor tambahan.

Air Platform: Generasi Masa Depan

Pada dasarnya, “Air Platform” (MacBook Air & MacBook Pro Retina) yang akan menjadi andalan Apple ke depan: SSD, minus drive optik, dan koneksi serba wireless. Apple sendiri menyebut MacBook Pro with Retina Display sebagai Next Generation MacBook Pro. Maka tak heran kalau tak lama lagi MacBook Pro, yang masih berbasis platform tradisional, akan hilang (phased out).

MacBook Pro tradisional masih dipertahankan karena dua hal: masih ada pengguna tradisional (drive optik dan koneksi kabel), dan faktor harga. Seiring waktu, pengguna akan beradaptasi dan meninggalkan Mac dengan platform “tradisional”. Seiring waktu pula, harga akan turun, sesuai dengan alam bisnis teknologi. Bisa jadi, dalam beberapa tahun ke depan, MacBook Pro Retina sudah bisa dibeli dengan harga mulai dari 1099 USD. Sehingga tak ada lagi alasan untuk terus memproduksi MacBook Pro tradisional.

Previous
Next

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*